Pertanyaan yang Susah tentang Hadis

Pertanyaan hadis - Setelah al qur'an, hadis adalah sumber hukum kedua yang dijadikan sebagai pegangan oleh ummat islam, hadis juga punya peranan terkuat dalam menjelaskan isi kandungan al quran, baik secara teks ataupun konteks (asbabun nuzul, latar belakang ayat, dll).

Mengingat pentingnya hadis dalam agama, kita juga harus bisa memahami hadis secara lebih mendalam. Salah satunya dengan menjawab pertanyaan yang akan disajikan di bawah ini.

Pertanyaan tentang Hadis


Apakah hadis hasan bisa dijadikan hujjah?

Apakah hadis maudhu bisa dijadikan dalil?

Apakah hadis dhaif bisa dijadikan dalil

Apakah hadis dhaif dapat naik derajatnya ke hadis hasan ataupun shahih?

Apa fungsi hadis pada masa awal perkembangan Islam?

Apa fungsi hadis terhadap al Quran?

Apakah dalam hadis juga ada nasakh? , jika ada berikan contohnya.

Apakah hadis nabi boleh menjadi nasakh bagi ayat alquran? , jika boleh sebutkan contohnya

Mengapa hadis harus diketahui sanad matan dan rawinya?

Agar terjaga dan terjamin keaslian sebuah hadis, apakah hadis tersebut memang benar benar asli dan pernah diucapkan Rasulullah atau perkataan dan karangan dari orang lain atas nama Rasulullah.

Mengapa ada hadis palsu?

Hadis palsu kebanyakan ada karena dua hal, yang pertama adalah untuk menyesatkan dan mengadu domba umat islam, yang kedua adalah untuk mengambil keuntungan keuntungan pribadi ataupun kelompok.

Mengapa ada hadis yang dikatakan hasan lidzatihi dan hasan lighoirihi?

Mengapa hadis dikelompokkan dan dibedakan berdasarkan kualitasnya?

Bagaimana pendapatmu tentang pemalsuan hadis?

Pemalsuan hadis sendiri adalah sebuah dosa besar, sebagaimana sabda Nabi saw. "Barang siapa yang berdusta atas namaku, maka ia telah menyiapkan tempatnya di neraka."

Dari sini sudah jelas, bahwa pemalsuan hadis adalah dosa besar, tetapi mengapa sebagian kecil manusia masih berani memalsukan hadis?

Alasan utamanya tentu adalah untuk kepentingan pribadi ataupun kelompok. Karena sangat banyak orang yang masih mau tertipu dengan embel-embel agama tanpa mencari kebenarannya terlebih dahulu.

Mengapa kita sebaiknya harus memahami hadis secara tekstual dan kontekstual?

Kapan hadis harus dipahami secara tekstual?

Pemahaman hadis secara tekstual harus dilakukan ketika hadis tersebut ada hubungannya dengan perkara yang dibicarakan, seperti latar belakangnya, sesuai apa tidak? Dan lain sebagainya.

Belum ada Komentar untuk "Pertanyaan yang Susah tentang Hadis"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel